news-details

Destinasi Wisata Aceh Singkil, Legenda Perahu Pecah Dibalik Keindahan Ujung Batu


Berbicara tentang objek wisata di Aceh Singkil memang tidak ada habis-habisnya. Salah satu yang cukup menarik adalah Ujung Batu, dengan pemandangan batu karang dan warna air lautnya yang memesona. Ternyata ada legenda menarik dibalik keindahan itu. Legenda kapal pecah.
UJUNG Batu di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, merupakan salah satu destinasi wisata yang sedang hits. Banyak pelancong yang berkunjung ke lokasi ini hanya untuk sekedar berswafoto dengan latar dinding batu karang membentuk terowongan mirip kapal, serta air lautnya yang berwarna biru tosca.

Dari Desa Teluk Nibung, untuk sampai ke lokasi ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Lima menit mengendarai sepeda motor dan 15 menit berjalan kaki menyusuri pinggiran pantai, dan seterusnya menyusuri jalan setapak hutan muda. Begitu tiba di tujuan, cucuran keringat selama menempuh perjalanan seakan terobati. Dinding batu karang beraneka bentuk langsung memikat mata. Akibat pengaruh alam, batu karang ada yang menyerupai kapal terletak di dinding tebing. Selain itu ada juga yang menyurupai hewan serta bentuk lainnya.

Selain batu karang, mata juga akan tertuju pada akar pohon pandan berusia ratusan tahun. Suasana semakin lengkap ditambah dengan hembusan angin laut berhawa sejuk yang berhembus dari balik rimbunnya pepohonan. Pemandangan paling menakjubkan di lokasi itu adalah air laut biru tosca yang dihiasi bayangan batu karang.

Panorama alam itu sangat sempurna bagi kolam di taman surga saat laut dalam kodisi tenang. Karena itu, berkunjung ke lokasi ini sebaiknya hindari pada musim angin barat sebab ombak tidak bersahabat. Paling cocok pada musim angin timur, sehingga pemandangan sempurna bisa didapatkan.

Namun dibalik keindahannya, ternyata Ujung Batu menyimpan legenda menarik yang terus diceritakan dari generasi ke generasi. Konon, batu-batu karang di sana dipercaya merupakan bangkai kapal bagian belakang, sehingga bentuknya ada yang menyerupai kapal.

Alkisah, sebuah kapal yang sedang berlayar tiba-tiba pecah. Saking kuatnya, bagian depan kapal melenting ke arah Kecamatan Pulau Banyak Barat yang bertetangga dengan Kecamatan Pulau Banyak. Potongan bagian depan kapal itu kini membentuk daratan yang disebut Batu Lanting.

"Di sana (Pulau Banyak Barat) ada namanya Batu Lanting. Bagian depan perahu itu melenting jauh sehingga disebut Batu Lanting," kata Kepala Dinas Perikanan, Saiful Umar, menceritakan legenda tersebut kepada Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, saat berkunjung ke Ujung Batu, beberapa waktu lalu.

Dulmusrid mengatakan pemandangan Ujung Batu memang sangat memikat. Ia mempersilahkan wisatawan datang untuk merasakan sensasi berbeda dari sisi lain destinasi wisata Kepulauan Banyak. "Hanya ada di Ujung Batu, air lautnya warna warni serta dinding batu karang indah," ujarnya.

Destinasi wisata Ujung Batu mulai dikelola BUMDes Teluk Nibung, selain juga dikelola perorangan. Sebelum menuju sampai ke lokasi, terdapat pondok yang menyediakan kelapa muda dan aneka jajanan lainnya.

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/

 

7 Ide Beri Edukasi Keuangan Kepada Anak

author

Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.